Pages

Rabu, 23 Desember 2015

Burung Merak dan Kolibri, Bukti Keindahan Fisika

 


Henry Poincare, Fisikawan Perancis, pernah mengatakan : 
"Ilmuwan tidak mempelajari alam karena manfaatnya, ia mempelajarinya karena ia menyukainya, dan ia menyukainya karena keindahannya. Jika Alam tidak indah, maka alam tidak patut untuk dipelajari, jika alam tidak patut dipelajari, maka kehidupan menjadi tidak patut dijalani".

Tak seorang pun yang memandang corak bulu merak kuasa menyembunyikan kekaguman atas keindahannya. Satu di antara penelitian terkini yang dilakukan para ilmuwan telah mengungkap keberadaan rancangan mengejutkan yang mendasari pola-pola ini.Mungkin diantara kalian ada yang mempunyai pertanyaan yang sama dengan saya,
  


Fisika, Indahnya ada dibagian mana coba?
Itung-itungannya bikin pusing kepala, Rumus-rumusnya aja banyaknya minta ampun, lihat simbol diferensial aja udah bikin horor J J J

Namun jika kita melihat Burung merak dan Burung Kolibri, tidak akan ada yang menyangkal akan keeksotisan burung satu ini. warna bulunya yang indah dan berwarna warni, bahkan Sri khrisna memakai Bulu Burung Merak ini dikepalanya.



Warna-warna bulu seekor Burung kolibri tidak disebabkan oleh pigmen. Sifat Iridensipermainan warna yang menciptakan warna-warna yang cemerlang yang sering terlihat dibagian leher dan perutnya disebabkan olek suatu Efek Interferensi. Interferensi ini disebabkan struktur-struktur dalam bulunya. warna-warnanya akan berubah menurut sudut pandang pengamatnya. Sama seperti bulu burung kolibri, warna-warna terang dari Bulu burung merak juga dipengaruhi oleh interferensi. 

kedua jenis burung tersebut, struktur-struktur dalam bulu-bulunya menguraikan dan menggabungkan kembali cahaya tampak sehingga terjadi interferensi.
 


Bulu merak yang berwarna-warni seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas, permukaan dari bulu mikroskopiknya terdiri atas keratin yang menopang sel-sel batang melanin berwarna coklat tuadengan pola-pola biasa (kuku anda terbuat dari keratin, dan melanin adalah pigmen gelap yang ada pada pigmen manusia).

sel-sel batang yang mengandung melanin ini terpisah dengan orde mikrometer, sehingga permukaan bulu ini berfungsi sebagai kisi difraksi.
 
  

Seberkas cahaya monokromatis jika dilewatkan pada kisi difraksi akan membentuk pola gelap terang. namun jika cahaya polikromatis/putih melewati kisi difraksi cahaya tersebut akan terurai menjadi berbagai macam warna. 

Konsep difraksi dan interferensi tersebut lantas digunakan dan diaplikasikan oleh Burung merak dan kolibri dalam memperindah bulu mereka. warna-warna pada bulu burung tersebut bergantung pada jarak sel-sel batang melanin, sudut cahaya yang mengenainya. terkadang juga dapat mengeluarkan berbagai macam warna pada kedua mata kita karena sudut pandang dari masing-masing mata kiri dan kanan kita juga berbeda.



Sumber :
Serway, Jewet.2010. Fisika untuk sains dan teknik. Jakarta: Salemba Teknika

0 komentar:

Posting Komentar